Selasa, 11 Agustus 2015

[041] Fushshilat Ayat 018

««•»»
[041] Fushshilat Ayat 018
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 17][AYAT 19]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of54
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=41&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#41:18

[041] Fushshilat Ayat 017

««•»»
Surah Fush shilat 17

وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَى عَلَى الْهُدَى فَأَخَذَتْهُمْ صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
««•»»
wa-ammaa tsamuudu fahadaynaahum faistahabbuu al'amaa 'alaa alhudaa fa-akhadzat-hum shaa'iqatu al'adzaabi alhuuni bimaa kaanuu yaksibuuna
««•»»
Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.
««•»»
As for [the people of] Thamūd, We guided them, but they preferred blindness to guidance. So the bolt of a humiliating punishment seized them because of what they used to earn.
««•»»

Kepada kaum Samud, saudara dari kaum Ad Allah SWT telah menyampaikan agama Nya dengan perantaraan Nabi Saleh as. Allah SWT telah menunjukkan kepada mereka jalan keselamatan dan jalan yang lurus, dengan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah yang ada di cakrawala luas ini dan mengajarkan kepada mereka hukum-hukum yang dapat membahagiakan mereka hidup di dunia dan di akhirat, tetapi mereka mengutamakan kekafiran dari keimanan yang berarti pula mereka lebih mengutamakan kehinaan dan kesengsaraan dari pada kemuliaan dan kebahagiaan. Karena sikap dan perbuatan mereka itu, maka Allah SWT menurunkan kepada mereka azab yang berupa suara keras yang mengguntur dari langit.

Pada ayat yang lain Allah SWT menerangkan azab yang ditimpakan kepada mereka.

Allah SWT berfirman:
وأخذ الذين ظلموا الصيحة فأصبحوا في ديارهم جاثمين كأن لم يغنوا فيها ألا إن ثمود كفروا ربهم ألا بعدا لثمود
Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Samud".
(QS. Huud [11]:67-68)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Adapun Kaum Tsamud maka mereka telah Kami beri petunjuk) yaitu Kami telah menjelaskan kepada mereka jalan petunjuk (tetapi mereka lebih menyukai buta) artinya, lebih memilih kafir (daripada petunjuk itu, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan) mereka dihinakan oleh azab berupa petir (disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.)
««•»»
And as for Thamūd, We offered them guidance, We pointed out to them the path of guidance, but they preferred blindness, they chose disbelief [as opposed], to guidance. So the thunderbolt of the humiliating chastisement seized them on account of what they used to earn.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 16][AYAT 18]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of54
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=41&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#41:17

[041] Fushshilat Ayat 016

««•»»
Surah Fush shilat 16

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي أَيَّامٍ نَحِسَاتٍ لِنُذِيقَهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَخْزَى وَهُمْ لَا يُنْصَرُونَ
««•»»
fa-arsalnaa 'alayhim riihan sharsharan fii ayyaamin nahisaatin linudziiqahum 'adzaaba alkhizyi fii alhayaati alddunyaa wala'adzaabu al-aakhirati akhzaa wahum laa yunsharuuna
««•»»
Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.
««•»»
so We unleashed upon them an icy gale during ill-fated days, that We might make them taste the punishment of disgrace in the life of the world. Yet the punishment of the Hereafter is surely more disgraceful, and they will not be helped.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bentuk azab yang ditimpakan kepada kaum Ad itu. Dia menghembuskan angin kencang yang sangat dingin kepada mereka dengan suara gemuruh yang memusnahkan mereka. Angin kencang yang sangat dingin itu terus menerus melanda mereka dalam tujuh malam dan delapan hari, yang merupakan hari yang sial bagi mereka,

sebagaimana diterangkan dalam firman Allah SWT:
وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَى كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ
Adapun kaum Ad, maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang Sangat dingin lagi amat kencang yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
(QS. Al Haqqah [69]:6-7)

Kemudian diterangkan tujuan Allah SWT menimpakan azab yang dahsyat itu kepada kaum Ad, yaitu untuk merasakan kepada mereka akibat menyombongkan diri dan takabur yang mereka lakukan terhadap Allah dan para Rasul yang diutus kepada mereka, yaitu berupa kehinaan, kerendahan dan malapetaka yang menimpa mereka dalam kehidupan duniawi. Sedang azab akhirat lebih dahsyat dan sangat menghinakan mereka, dan mereka tidak akan memperoleh seorang penolong pun yang dapat membebaskan mereka dari azab itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka) yakni angin dingin yang sangat keras suaranya, tetapi tanpa hujan (dalam beberapa hari yang sial) dapat dibaca Nahisaatin atau Nahsaatin, artinya hari-hari yang penuh dengan kesialan bagi mereka (karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan) azab yang menghinakan (dalam kehidupan dunia. Dan sesungguhnya siksaan akhirat lebih menghinakan) lebih keras penghinaannya (sedangkan mereka tidak diberi pertolongan) yang dapat mencegah azab dari diri mereka.
««•»»
So We unleashed upon them a raging wind, cold and violent, but without rain, during [some] ill-fated days (read nahisātin, or nahsātin), [days that were] calamitous for them, that We might make them taste the chastisement of disgrace, humiliation, in the life of this world; yet the chastisement of the Hereafter is indeed more disgraceful, more severe, and they will not be helped, to have it warded off from them.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 15][AYAT 17]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of54
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=41&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#41:16